Nama : Lasmini
Nim : 11901264
Penulis : Muhammad Nur, Cut Zahri Harun dan Sakdiah Ibrahim
MANAGEMENT SEKOLAH
Manajemen berasal dari kata to mange yang
berarti mengelola. Pengelolaan dilakukan untuk mendayagunakan sumber daya yang
dimiliki secara terintegrasi dan terkoordinasi untuk mencapai tujuan sekolah/
organisasi. Pengelolaan dilakuan kepala sekolah dengan kewenangannya sebagai
manager sekolah melalui komando atau keputusan yang telah ditetapkan dengan
mengarahkan sumber daya untuk mencapai tujuan. Rohiat (2010:14)
Manajemen sekolah dapat diartikan segala
sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun
tujuan jangka panjang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan
meliputi:
(1) Perencanaan program sekolah
(2) Pelaksanaan program sekolah
(3) Hambatan yang dihadapinya
Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui
pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitiannya ditemukan:
(1) Perencanaan program sekolah mencakup:
program pengajaran, meliputi: kebutuhan tenaga guru pembagian tugas mengajar,
pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pelajaran dan alat peraga, pengadaan
atau pengembangan laboratorium sekolah, pengadaan atau pengembangan perpustakaan
sekolah, sistem penilaian hasil belajar, dan kegiatan kurikuler
(2) Pelaksanaan program sekolah yaitu
strategi yang diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan,
meliputi: sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan
mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah
(3) Hambatan dalam perencanaan program
sekolah, antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dan kesulitan ekonominya
sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah ikut rendah.
Diharapkan kepada pengawas agar dapat
mengarahkan dan mengawasi kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan
tentang perencanaan program sekolah, pelaksanaan program dan hambatan yang
dihadapinya secara tepat guna, efektif dan efesien sehingga mutu pendidikan di
sekolah tersebut dapat ditingkatkan.
Sekolah merupakan bagian dari suatu
lembaga pendidikan harus selalu memberikan pelayanan yang terbaiknya kepada
masyarakat luas, karena keberadaan sekolah yang dekat dengan masyarakat akan
mencerminkan kebutuhan dan kebanggaan bagi masyarakat. Sekolah sebagai suatu
organisasi dalam perkembangan dan pencapaian tujuan harus mengacu kepada
pedoman dan arah pengembangan pendidikan. Kompleksitas produk pendidikan sangat
dipengaruhi faktor eksternal, lain dengan dunia industri manakala kita
memproses barang dengan kualitas tertentu, maka akan keluar barang dengan
kualitas tertentu pula, akan tetapi proses pendidikan berbeda. Manajemen
sekolah merupakan komponen yang sangat strategis dalam proses pendidikan
Management sekolah
Manajemen dalam arti luas adalah
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai
tujuan secara efektif dan efesien. Sedangkan, manajemen dalam arti sempit
adalah manajemen sekolah/ madrasah yang meliputi: perencanaan program sekolah/
madrasah, pelaksanaan program sekolah/ madrasah, kepemimpinan kepala sekolah/
madrasah, pengawas/ evaluasi, dan sistem informasi sekolah/ madrasah. Sekolah
sebagai lembaga pendidikan formal harus mampu mengembangkan seluruh potensi
yang dimiliki oleh peserrta didik. Potensi tersebut meliputi aspek kognitif,
afektif dan psikomotorik.
Manajemen sekolah merupakan proses
mengelola sekolah melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan sekolah agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Kepala sekolah sebagai manajer sekolah menempati posisi yang telah ditentukan
di dalam organisasi sekolah. Salah satu perioritas kepala sekolah dalam
manajemen sekolah ialah manajemen pembelajaran
Jadi yang saya tangkap dari management
sekolah yaitu Kepala sekolah untuk terus mengawasi kinerja guru dengan
memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi, memberikan perhatian baik
dari segi materi maupun non materi, melibatkan guru dalam menyusun program dan
visi sekolah, mendengarkan ideide guru serta memberi rasa aman untuk guru
sehingga mereka merasa nyaman dan memiliki potensi terhadap peningkatan
sekolah. Kepala sekolah agar senantiasa memotivasi guru dan mencari solusi yang
tepat terhadap permasalahan yang dihadapi guru dalam meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah.
Pengawas sekolah agar memberikan
pengarahan, keterampilan dan pengetahuan kepada guru tentang manajemen sekolah
yang tepat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Diharapkan kepada stakesholder
Kabupaten Pidie, supaya terus melakukan pelatihan, pembekalan dan pembinaan
kepada para guru agar senantiasa meningkatkan kompetensi mereka dalam manajemen
sekolah, sehingga akan mampu menjadi sebagai pendidik yang profesional.
Diharapkan kepada orang tua dan masyarakat untuk lebih peduli dalam melakukan
motivasi dan komunikasi dengan pihak sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan
serta meningkatkan prestasi belajar peserta didik di sekolah.
Peranan Kepala Sekolah dalam Manajemen
Kepala sekolah merupakan jabatan karir
yang diperoleh seseoarng setelah sekian lama menjabat sebagai guru. Seseorang
diangkat dan dipercaya menduduki jabatan kepala sekolah harus memenuhi
kriteriakriteria yang disyaratkan untuk jabatan dimaksud. Wahjosumidjo
(2011:83)
Dapat didefinisikan sebagai seorang
tenaga fungsional guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin suatu lembaga
atau sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana
terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid.
Kepala sekolah yang berhasil apabila
mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik,
serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi
tanggung jawab untuk memimpin sekolah. Sesuai dengan ciri-ciri sekolah sebagai
organisasi yang bersifat kompleks dan unik, peran kepala sekolah seharusnya
dilihat dari berbagai sudut pandang. Pada umumnya kepala sekolah memiliki
tanggung jawab sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum,
administrasi kesiswaan dan personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi
school plant, dan perlengkapan serta organisasi sekolah.
Kepala sekolah berkewajiban
menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan para guru, staf, dan siswa,
sebab esensi kepemimpinan adalah kepengikutan. Ada tiga macam peranan pemimpin
dilihat dari otoritas dan status formal seorang pemimpin. Dalam melaksanakan
fungsinya, kinerja seorang kepala sekolah sering dirumuskan sebagai EMASLIM,
singkatan dari Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator,
dan Motivator.
Garapan Manajemen Sekolah
Manajemen pendidikan adalah bagian dari
proses manajemen sekolah, karena merujuk pada penataan sumber daya manusia,
kurikulum, fasilitas, sumber belajar dan dana serta upaya mendapai tujuan
lembaga sekolah secara dinamis. Manajemen pendidikan merupakan suatu sistem
pengelolaan dan penataan sumber daya pendidikan, seperti tenaga kependidikan,
peserta didik, masyarakat, kurikulum, danan (keuangan), sarana dan prasarana
pendidikan, tata laksana dan lingkungan pendidikan.
Menurut Mulyasa, (2007:42) menyatakan,
pelaksanaan manajemen sekolah menuntut kepemimpinan kepala sekolah profesional
yang memiliki kemampuan manajerial dan integritas pribadi untuk mewujudkan visi
menjadi aksi, serta demokratis dan transparan dalam berbagai pengambilan
keputusan
Menurut Suryosubroto, (2004:16)
menyatakan;
“Kegiatan-kegiatan manajemen pendidikan
meliputi kegiatan yang berhubungan dengan bidang administrasi material,
administrasi personal, juga administrasi kurikulum. Bidang-bidang manajemen
pendidikan yaitu; (a) manajemen kurikulum,
(b) manajemen kesiswaan,
(c) manajemen personalia,
(d) Manajemen sarana pendidikan
(e) Manajemen tatalaksana sekolah,
(f) manajemen keuangan,
(G) Pengorganisasian sekolah,
(H) Hubungan sekolah dengan
masyarakat.”
Penerapan manajemen pendidikan agar tujuan
pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka proses
manajemen pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, karena bagaimanapun
sekolah merupakan suatu sistem yang didalamnya melibatkan berbagai komponen dan
sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik, sekolah tanpa didukung
proses manajemen yang baik, boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemerautan
lajunya organisasi, yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan
pernah tercapai secara semestinya. Pemangku sekolah yang terdiri dari dewan
sekolah (wali murid) pengawas, pimpinan sekolah, guru, murid, pihak karyawan
yang melayani proses pembelajaran, asosiasi guru, serta masyarakat
professional, perlu bahu membahu bekerja sama menetapkan serta meningkatkan
pola hubungan yang menuju kearah sekolah yang baik.
Manajemen sekolah seringkali disandingkan
dengan istilah administrasi sekolah. Berkaitan dengan itu, terdapat tiga
pandangan berbeda; pertama, mengartikan administrasi lebih luas dari pada
manajemen (manajemen merupakan inti adminisrasi); kedua, melihat manajemen
lebih luas dari pada administrasi (administrasi adalah inti dari manajemen);
dan ketiga, yang menganggap bahwa manajemen identik dengan administrasi.
Manajemen sekolah merupakan faktor yang
paling penting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah,
keberhasilannya diukur oleh prestasi yang didapat, oleh karena itu dalam
menjalankan kepemimpinan, harus menggunakan suatu sistem, artinya dalam
penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang di dalamnya terdapat
komponenkomponen terkait seperti guru-guru, staf TU, orang tua siswa,
masyarakat, pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimal yang
dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan.
Manajemen sama dengan pengelolaan, yaitu
segala usaha bersama untuk mendaya gunakan sumber-sumber, baik personal, maupun
material, secara efektif, dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan
pendidikan disekolah secara optimal.
Menurut Mulyasa (2007:29) dalam manajemen
terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat didalamnya yaitu fungsi
perencanaan (planning) fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan
(directing), dan fungsi pengendalian (controlling).
Proses penyelenggaraan pendidikan,
seperti: Perencanaan, Pengorganisasian, Penentuan staff atas dasar kemampuan,
kesanggupan dan kemauan, memberikan bimbingan dan pembinaan kearah menuju
kepada pencapaian tujuan. Berdasarkan Perrnendiknas RI tahun 2006 Tentang
standar Isi yang tertuang dalam pendahuluan “Pendidikan Nasional Harus Mampu
Menjamin Pemertaan Kesempatan Pendidikan, Peningkatan Mutu Dan Relevansi Serta
EfisiensiManajemen Pendidikan”.
Sekolah hendaknya terus menerus melakukan
perbaikkan secara berkelanjutan untuk lebih meningkatkan kualitas yang
diharapakan sesuai dengan tuntutan dan perubahan. Perbaikan kualitas tersebut
harus dimulai dari pimpinan dan semua personil sekolah. Kualitas sekolah dapat
dilihat melalui hasil lulusan (out-put), juga banyaknya siswa yang diterima
dalam mengikuti tes masuk kejenjang berikutnya, misalnya masuk perguruan tinggi
terutama perguruan tinggi negeri untuk sekolah menengah atas
Istilah manajemen memiliki berbagai
pengertian. Manajemen menurut Sapre dalam Usman (2013:6) adalah serangkaian
kegiatan yang diarahkan langsung penggunaan sumber daya organisasi secara
efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Selanjutnya Engkoswara dkk (2010:85)
menjelaskan bahwa manajemen mengandung pengertian
(a) Sebagai suatu kemampuan atau keahlian
yang selanjuntnya merupakan cikal bakal manajemen sebagai suatu profesi,
manajemen sebagai suatu ilmu menekankan kepada keterampilan dan kemampuan
manajerial yang diklasifikasikan menjadi kemampuan/ keterampilan teknikal,
manusiawi, dan konseptual,
(b) manajemen sebagai proses yaitu
dengan menentukan langkah yang sistimatis dan terpadu sebagai aktivitas
manajemen
(c) manajemen sebagai seni tercermin
dalam perbedaan gaya (style) seseorang dalam menggunakan atau memberdayakan
orang lain untuk mencapai tujuan.
Manajemen oleh para penulis dibagi atas
beberapa fungsi, pembangian fungsi-fungsi manajemen ini tujuannya adalah: 1)
Supaya sistematika urutan pembahasannya lebih teratur. 2) Agar analisis
pembahasannya lebih mudah dan lebih mendalam. 3) Untuk menjadi pedoman
pelaksanaan proses manajemen bagi manajer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar