Nama : Lasmini
Nim: 11901264
Identitas buku
Judul buku : 4 kompetisi guru profesional
Pengarang : Abdul Saidir Amir
Kategori : Buku Referensi
Bidang ilmu : keguguran dan ilmu pendidikan
Sinopsis Buku 4 Kompetensi Guru
Profesional
Buku 4 Kompetensi Guru Profesional |
Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab 1
Makna Kompetensi Guru Profesional, bab 2 Landasan Kompetensi Guru, bab 3 Tugas
Utama Guru Profesional, bab 4 Kriteria Guru Profesional, bab 5 Kompetensi
Pedagogik, bab 6 Kompetensi Kepribadian, bab 7 Kompetensi Sosial, bab 8
Kompetensi Profesional.Guru merupakan profesi atau jabatan atau pekerjaan yang
memerlukan keahlian dan keterampilan khusus. Guru merupakan profesi yang
memadukan antara perasaan, sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu
dalam mentransfer nilai-nilai luhur dan pengetahuan serta keterampilan kepada
peserta didiknya. Guru bukan hanya berperan sebagai pengganti orang tua peserta
didik di sekolah tetapi lebih dari itu keteladanan juga menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari tugas dan fungsi sebagai guru. Sebagai guru bukan hanya
mengajarkan tentang pengetahuan akan tetapi lebih dari dalam dari itu yaitu
bertugas menanamkan nilai religius, nilai kemanusiaan dan nilai-nilai luhur
yang dianut oleh bangsa Indonesia yang bersumber dari Pancasila.Buku ini
mengulas tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik dalam
mencerdaskan peserta didik sebagai generasi penerus masa depan bangsa dan
negara. Kompetensi yang sangat penting terutama di era abad 21 ini, dimana
persaingan semakin ketat. Buku ini sangat bermanfaat khususnya bagi tenaga
pendidik, baik guru Pendidikan Dasar (SD/SMP) dan guru pada jenjang Sekolah
Menengah Atas (SMA) bahkan juga untuk pendidik pada level Taman Kanak-Kanak
(TK).Dalam kajian yang komprehensif ini, penulis memaparkan penjelasan yang
mendalam mengenai 4 jenis kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru,
yaitu meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Sehingga dengan memiliki kompetensi-kompetensi tersebut, setiap guru dapat
menjadi seorang guru yang profesional dalam memberi pengajaran dan keteladanan
kepada siswanya.
Buku 4 Kompetensi Guru Profesional ini
terdiri 8 Bab. Pada Bab 1 dan 2 dipaparkan mengenai makna kompetensi guru
professional serta landasan kompetensi guru. Pada Bab 3 dan 4 dipaparkan
mengenai tugas utama guru professional dan kriteria guru professional. Pada Bab
5 dan 6 dipaparkan mengenai kompetensi
Buku 4 Kompetensi Guru Profesional ini
diterbitkan oleh Penerbit Buku Pendidikan Deepublish.Standar Kompetensi Guru
adalah beberapa indikator yang dapat dijadikan ukuran karakteristik guru yang
dinilai kompeten secara profesional.[1] Kompetensi guru merupakan perpaduan
antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual yang
secara menyeluruh membentuk kompetensi standar profesi guru, yang mencakup
penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang
mendidik, pengembangan pribadi, dan profesionalisme.[1]
Guru merupakan komponen paling utama dalam
sistem pendidikan secara keseluruhan yang harus mendapatkan perhatian yang
maksimal. Figur ini akan mendapat sorotan strategis ketika berbicara masalah
pendidikan, karena guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam sistem
pendidikan.[1] Guru mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya
mewujudkan tujuan pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan,
sehingga perlu dikembangkan sebagai tenaga profesi yang bermartabat dan
profesional.
[1]Berdasarkan standar kompetensi ini,
seorang guru harus memiliki empat kompetensi yaitu
[2]Kompetensi profesional, yaitu kecakapan
seorang guru dalam mengimplementasikan hal-hal yang terkait dengan
profesionalisme yang terlihat dalam kemampuannya mengembangkan taanggung jawab,
melaksanakan peran dengan baik, berusaha mencapai tujuan pendidikan, dan
melaksanakan perannya dalam pembelajaran di kelas.
Kompetensi pedagogik yaitu menguasai dan
memahami karakter serta mengidentifikasi potensi dan kesulitan belajar siswa.
Guru juga harus mampu mengembangkan kurikulum sehingga mampu mebuat rancangan
pembelajaran yang menarik dan memanfaatkaan teknologi dan informasi untuk
kepentingan pendidikan.
Kompetensi sosial, yaitu kemampuan guru
dalam berinteraksi dengan siswa, orang tua siswa, rekan seprofesi dan
lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kompetensi kepribadian, yaitu kemapuan
menjadi teladan akan sikap sikap positif.
Siswa memiliki keinginan agar mereka lebih
mudah dalam memahami pelajaran. Hal ini bisa terlaksana apabila guru memiliki
kemampuan berikut ini
[3]Mampu melibatkan peserta didik
dalam proses pembelajaran, mampu memperlakukan mereka secara adil dan mampu
membedakan perbedaan setiap peserta didikMampu menguasai bidang ilmu yang
diajarkan, dan mengaitkannya dengan pelajaran lain serta menghubungkannya
dengan dunia nyataMampu menciptakan, memperkaya dan menyesuaikan metode
mengajar yang menarik minat siswa
Dalam banyak analisis tentang kompetensi
keguruan, aspek kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial umumnya
disatukan.[4] Rincian kompetensi personal sosial yang disarankan dalam uraian
ini adalah:
a. Mampu
menghayati serta mengamalkan nilai hidup (nilai moral dan keimanan)
b. ZJujur
dan bertanggung jawab
c. campu berperan
menjadi pemimpin
d. Bersikap
bersahabat, terampil berkomunikasi
e. Mampu
berperan aktif dalam pelestarisan dan pengembangan budaya
f. Mampu bersahabat dengan siapapun tanpa
menghilangkan prinsip dan nilai hidup yang diyakinia
g. Mampu berperan dalam kegiatan sosial
h. Bermental
sehat dan stabil
i. Mampu
tampail secara pantas dan rapi
j. Kreatif
dan penuh perhitungan
k. Mampu
bertindak tepat tepat waktu dalam relasi sosial dan profesionalnya
l. Mampu
menggunakaan waktu luang secara bijaksana dan produktif
Menurut Samana (1994:61-68), 10 kemampuan
dasar guru adalah sebagai berikut:
[4]Guru dituntut menguasai bahan ajarGuru
mampu mengelola program belajar mengajarGuru mampu mengelola kelasGuru mampu
menggunakan media dan sumber pembelajaranGuru menguasai landasan landasan
pendidikan (Ilmu Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Administrasi Pendidikan dan
Filsafat Pendidikan)Guru mampu mengelola interakksi belajar mengajarGuru mampu
menilai prestasi belajar siswa untuk kepentingan pengajaranGuru mengenal fungsi
dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhanGuru mengenal dan mampu ikut
serta dalam penyelanggaraan administrasi sekolahGuru memahami prinsip-prinsip
penelitian pendidikan dan mampu menafsirkan hasil penelitian pendidikan demi
kepentingan pengajaran.
A. Konsep Profesionalisme Guru PAI
1. Pengertian Profesionalisme Guru
Istilah profesionalisme guru terdiri dari
dua suku kata yang masing-masing mempunyai pengertian tersendiri, yaitu kata
profesionalisme dan guru. Istilah profesionalisme berasal dari kata profesional
yang dasar katanya adalah profession. Dalam kamus inggris-Indonesia
profession berarti pekerjaan. Profession mengandung arti yang sama dengan
occupation atau pekerjaan yang memerlukan keahlian yang diperoleh melalui
pendidikan atau latihan khusus.
Dalam kamus bahasa Indonesia
profesionalisme dapat diartikan sebagai mutu, kualitas dan tindak tanduk yang
merupakan ciri suatu profesi tertentu.12 Orang yang bekerja profesional itu
memiliki sikap yang berbeda dengan orang lain, meskipun pendidikan, jenis
pekerjaan, tempat bekerja itu mempunyai kesamaan dengan orang lain, akan tetapi
kinerjanya tetap akan berbeda.
Agar dapat memperoleh profesionalitas yang
tinggi. Di samping itu adanya pengakuan dari masyarakat atau pengguna
jasa bahwa keahlian yang dimiliki itu memang bermanfaat dan dimanfaatkan oleh
mereka. Hal ini penting karena keahlian saja tanpa bisa bermanfaat bagi manusia
lain belumlah dapat mengangkat citra kerja seseorang ntuk dapat disebut
profesional.16 Untuk itu, maka dalam menjalankan profesinya tersebut harus Menggunakan
teknik dan prosedur intelektual yang dipelajar secara sengaja, sehingga dapat
diterapkan untuk kemaslahatan orang lain. Secara konseptual, profesional
memiliki aturan-aturan dan teori, dimana keberadaan teori adalah
untuk dilaksanakan dalam praktik dan unjuk kerja. Teori dan praktik merupakan
perpaduan yang tidak dapat dipisahkan. Keterampilan yang dimiliki dalam sebuah
profesi sang at didukung oleh teori yang telah dipelajarinya. Jadi
seorang profesional itu dituntut untuk lebih banyak belajar, membaca dan
mendalami teori tentang profesinya. Suatu profesi bukanlah sesuatu yang
permanen, ia akan mengalami perubahan dan mengikuti perkembangan kebutuhan
manusia.
Kemudian kata profesi tersebut mendapat
akhiran isme, yang dalam bahasa Indonesia menjadi berarti sifat. Sehingga
istilah profesionalisme berarti sifat yang harus dimiliki oleh setiap
profesional dalam menjalankan pekerjaannya sehingga
Pekerjaan tersebut dapat terlaksana atau
dijalankan dengan sebaikbaiknya, penuh tanggung jawab terhadap apa yang telah
dilaksanakannya dengan dilandasi pendidikan dan keterampilan yang dimilikinya
sesuai dengan pengertian diatas. Berbicara soal kedudukan guru sebagai tenaga
professional lebih tepat kalau merujuk pada makna kata profesi. Secara umum
profesi diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan tinggi.
Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang memberikan ilmu
pengetahuan kepada peserta didik. Dalam pandangan masyarakatSeorang pekerja
profesional, khususnya guru dapat dibedakan dari seorang teknisi, karena selain
ia menguasai sejumlah teknik serta prosedur kerja tertentu, seorang pekerja
professional memiliki informed responsi veness terhadap implikasi
kemasyarakatan dari objek kerjanya. Hal ini berarti bahwa seorang guru professional
itu harus memiliki persepsi filosofis dan bijaksana di dalam menyikapi dan
melaksanakan pekerjaannya. Kompetensi seorang guru sebagai tenaga profesional
kependidikan, ditandai dengan serentetan diagnosis, rediagnosis, dan
penyesuaian yang terus menerus. Dalam hal ini di samping kecermatan untuk
menentukan langkah, guru harus juga sabar, ulet dan “telaten” serta tanggap
terhadap setiap kondisi, sehingga di akhir pekerjaannya akan membuahkan hasil
yang memuaskan. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen No.14 tahun
2005 pasal 10 ayat 1 dan PP No.19 tahun 2005 Pasal 28 ayat 3 bahwa kompetensi
guru profesional meliputi empat kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional.
Selanjutnya dalam UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional,
pendidik adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan
proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan
pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
2. Profesionalisme Guru Pendidikan
Agama Islam
Bekerja secara profesional sangat
dianjurkan oleh Islam, karena IslamMenurut Islam pekerjaan (profesi
adalah pekerjaan) itu harus dilakukan karena Allah. Karena Allah maksudnya ialah
dalam melakukan pekerjaan itu memang bekerja karena diperintahkan Allah. Orang
yang akan melakukan pekerjaan sudah semestinya mempunyai pengetahuan. Suatu hal
yang mustahil ketika orang yang akan melakukan pekerjaan atau profesi tidak
mempunyai pengetahuan, baik pengetahuan secara umum atau khusus terhadap
bidang
pekerjaan itu. Dalam Islam, setiap
pekerjaan itu harus dilakukan secara profesional, maksudnya harus
dilakukan secara benar, itu hanya mungkin dilakukan oleh orang yang ahli. Orang
yang ahli berarti orang yang benar-benar berprofesi pada bidang pengetahuan
tertentu (spesific knowledge). Satu pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang
bukan ahlinya tidak akan terselesaikan dengan baik, bisa jadi kehancuran yang
akan dihasilkan. Setelah mengetahui pandangan islam tentang profesionalisme,
selanjutnya bagaimana dalam pendidikan agama islam itu sendiri. Kata islam
dalam pendidikan islam menunjukkan warna pendidikan tertentu, yaitu pendidikan
yang bernuansa islam, pendidikan yang islami berdasarkan agama islam. AlAttas
mendefinisikan pendidikan menurut islam sebagai pengenalan dan pengakuan yang
secara berangsur-angsur ditanamkan kedalam diri manusia, tentang tempat-tempat
yang tepat dari segala sesuatu didalam tatanan penciptaan sedimikian rupa,
sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tentang tuhan yang tepat
dalam tatanan wujud dan kepribadian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar