LAPORAN
BACAAN KE-2
OLEH
: LASMINI
NIM
: 11901264
KELAS
: PAI 3D
Identitas
Jurnal
Judul
: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN EKSPOSISI SISWA SEKOLAH
MENENGAH ATAS
Peulis
: Nur Endah Ariningsih, Sumawati, Kundharu Saddhono
PENDAHULUAN
Jurnal yang dilaporkan adalah jurnal
yang berjudul Analisis kesalahan berbahasa indonesia dalam karangan
eksposisi siswa sekolah menengah atas yang ditulis oleh Nur endah
ariningsih, Sumawati, kundharu saddhono dari Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir.
Sutami 36A, Surakarta disajikan dengan 14 halaman.
Jurnal ini menjelaskan tentang
bagaimana cara mendeskripsikan adanya kesalahan bahasa indonesia dalam karangan
eksposisi pada siswa sekolah menengah atas serta penyebab kesalahan dan upaya yang
harus dilakukan oleh guru dan siswa untuk meminimalkan kesalahan dalam
berbahasa indonesia tersebut. Adapun jurnal ini pula bertujuan untuk mengetahui
kesalahan diksi, kesalahan kalimat, dan kesalahan paragraf. Dan biasanya
kesalahan yang sering terjadi dalam karangan ekposisi siswa itu disebabkan oleh
beberapa faktor yaitu :
1. Pengusaan
bahasa siswa kurang
2. Kurangnya
contoh dari guru
3. Pengaruh
bahasa asing
4. Kurangnya
latihan menulis
5. Dan
kurangnya waktu untuk menulis
Materi
yang ada dalam jurnal ini disajikan dalam beberapa bab yang selalu didahului
oleh penjelasan isi bab dan tujuan dari tulisan tersebut guna sebagai patokan
untuk para pembaca untuk lebih mudah memahami materi yang telah disajikan.
Adapun
cakupan materi secara umum yang disajikan dalam jurnal ini ialah sebagai
berikut: Kesalahan Ejaan Paling Banyak dilakukan Siswa , Kurangnya Latihan
Menjadi Penyebab yang Paling Dominan Adanya Kesalahan Berbahasa, Pendekatan
Proses dalam Pembelajaran Menulis adalah Solusi yang Tepat untuk Mengurangi
Kesalahan Berbahasa.
LAPORAN
BAGIAN JURNAL
Jurnal
yang ditulis oleh Nur Endah Ariningsih, Sumawati, Kundharu Saddhono ini yang
berjudul Analisis kesalahan berbahasa indonesia dalam karangan eksposisi
siswa sekolah menengah atas. yang disusun dengan komposisi materi yang
sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa di menengah atas sehingga dapat
lebih memudahkan siswa untuk cepat tanggap dalam memahami materi tersebut.
BAB
I : Kesalahan Ejaan Paling Banyak dilakukan Siswa
Bab
I ini menyajikan tentang Kesalahan Ejaan yang paling banyak dilakukan Siswa.
Penjelasan bab ini dimulai dengan pengertian ejaan kesalahan, kesalahan ejaan
adalah kesalahan yang paling banyak ditemukan dalam karangan siswa daripada
kesalahan diksi, kalimat, maupun paragraf.
Listyorini
(2005); Praptiningsih (2007); dan Cahyaningrum (2010) menjelasakan bahwa
kesalahan ejaan adalah kesalahan berbahasa yang paling dominan terjadi dalam
wacana tulis jika dibandingkan dengan kesalahan berbahasa yang lain. Dalam
jurnal tersebut juga menjelasakan adanya kesalahan ejaan dari pembelajaran
tersebut yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan.
Meskipun
dalam buku sudah ada petunjuk bagaimana menggunakan ejaan yang tepat mulai dari
kaidah penulisan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca, siswa masih
sering salah dalam menerapkannya. Padahal, adanya kesalahan ejaan juga dapat
menjadikan kualitas tulisan itu kurang baik. Ini pula sejalan dengan pendapat
Jauhari (2007) yang mengemukakan bahwa ejaan merupakan komponen bahasa ragam
tulis yang sangat menentukan benar salahnya sebuah tulisan.
BAB
II : Kurangnya Latihan Menjadi Penyebab yang Paling Dominan Adanya Kesalahan
Berbahasa
Pada
bab ini Listiyorini menjelaskan bahwa keterampilan menulis dan penguasaan
bahasa dapat diperoleh melalui berbagai latihan dan praktik yang terus menerus.
Akan tetapi, mayoritas siswa baik di SMA Negeri 1 Karanganyar maupun SMA Negeri
Kebakkramat mengaku jarang berlatih menulis selain dalam mata pelajaran Bahasa
Indonesia yang mengharuskan mereka untuk mengarang. Oleh karena itu, wajar jika
masih ditemukan banyak kesalahan berbahasa dalam karangan mereka yang meliputi
semua komponen kebahasaan.
Pada
bab ini Kurangnya latihan juga disebut menjadi akibat dari kemalasan seorang siswa.
Rasa malas tersebut biasanya lebih disebabkan kurangnya motivasi dalam diri
siswa. Yang mana siwa-siswa tersebut tidak tahu tujuan untuk apa mereka menulis.
Menurut
Maslakhah (2005), siswa perlu diberikan motivasi agar tumbuhnya rasa semangat
untuk membuat sebuah tulisan. Dengan adanya berbagai macam lomba penulisan
dengan hadiah yang cukup menggiurkan merupakan sebagai daya dorong bagi mereka
untuk segera mengangkat pena dan menghasilkan sebuah tulisan.
BAB
III : Pendekatan Proses dalam Pembelajaran Menulis adalah Solusi yang Tepat
untuk Mengurangi Kesalahan Berbahasa.
Pada
bab ini mejelaskan bahwa pembelajaran dalam menulis di kedua SMA Negeri
tersebut belum sepenuhnya diterapkan dengan pendekatan proses. Padahal, dalam
mengarang siswa masih memiliki masalah yang sangat serius termasuk dalam hal
penguasaan kaidah bahasanya. Maka dari itu tidak adanya kontrol yang kuat dalam
proses menulis membuat kesalahan berbahasa indonesia tersebut terjadi secara
berkelanjutan.
Kusmiatun
(2005), menjelaskan bahwa dengan pendekatan proses seseorang tidak hanya
sekadar mampu menuangkan gagasannya secara baik, logis, sistematis dalam sebuah
tulisan, tetapi juga mampu mengolah daya keilmuan, perasaan, dan aspek moralnya
ketika ia berproses menulis. Ketiga aspek kecerdasan itulah yang akan
memberikan nilai lebih dalam kegiatan menulis bagi siswa.
Pada
bab ini tidak lupa pula menjelaskan manfaat lain dari pendekatan ini adalah
bahwa melalui pendekatan proses, secara tidak langsung kesalahan-kesalahan
berbahasa yang ada dalam tulisan tersebut dapat dikurangi, bahkan hal ini bisa
dilihat dari seluruh aktivitas proses yang telah dilakukan.
KESIMPULAN
ISI JURNAL YANG DILAPORKAN
Isi
jurnal yang dapat saya simpulkan ialah kebahasaan yang sering terjadi merupakan
kesalahan berbahasa dalam karangan siswa yang dibedakan menjadi empat yaitu
kesalahan aspek ejaan, diksi, kalimat, dan paragraf. Adapun kesalahan berbahasa
yang sering terjadi dalam karangan eksposisi siswa disebabkan oleh beberapa
faktor antara lain : penguasaan kaidah bahasa siswa yang kurang, kurangnya
contoh, terpengaruh bahasa asing, siswa kurang berlatih, dan kurangnya waktu
mengarang. Upaya untuk mengurangi kesalahan berbahasa dalam karangan eksposisi
siswa antara lain yaitu : meningkatkan penguasaan kaidah bahasa siswa,
memperbanyak latihan mengarang, menerapkan teknik koreksi yang tepat, dan
melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses.
Dalam
jurnal ini menjelaskan pula Untuk meminimalkan kesalahan berbahasa dalam sebuah
karangan-karangan, hal-hal yang dapat dilakukan guru, siswa, maupun sekolah
antara lain : (1) siswa hendaknya memperluas pengetahuan tentang kaidah
bahasanya, aktifbertanya kepada guru jika mengalami kesulitan, dansering
berlatih menulis; (2) guru hendaknya memberikan pengetahuan tentang kaidah
bahasa kepada siswa di setiap proses pembelajaran menulis, menggunakan
pendekatan proses dalam pembelajaran menulis, dan senantiasa memperluas kosa
kata dan memberi contoh terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik
dan benar baik secara lisan maupun tertulis; dan (3) pihak sekolah hendaknya
berkenan melengkapi sumber pustaka terkait yang memadai seperti buku-buku
seputar karang-mengarang, EYD, media massa, dan sebagainya. Selain itu,pihak
sekolah dalam setiap menerbitkan pengumuman maupun surat-surat lain di sekolah
sebaiknya juga tetap menerapkan dan memperhatikan penulisan yang sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa pihak sekolah pun juga
bertanggung jawab terhadap pembinaan bahasa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar