Minggu, 18 April 2021

Laporan bacaan ke-2

 

LAPORAN BACAAN KE-2

OLEH : LASMINI

NIM : 11901264

KELAS : PAI 3D

 

Identitas Jurnal

Judul : ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN EKSPOSISI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

Peulis : Nur Endah Ariningsih, Sumawati, Kundharu Saddhono

 

PENDAHULUAN

            Jurnal yang dilaporkan adalah jurnal yang berjudul Analisis kesalahan berbahasa indonesia dalam karangan eksposisi siswa sekolah menengah atas yang ditulis oleh Nur endah ariningsih, Sumawati, kundharu saddhono dari Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta disajikan dengan 14 halaman.

            Jurnal ini menjelaskan tentang bagaimana cara mendeskripsikan adanya kesalahan bahasa indonesia dalam karangan eksposisi pada siswa sekolah menengah atas serta penyebab kesalahan dan upaya yang harus dilakukan oleh guru dan siswa untuk meminimalkan kesalahan dalam berbahasa indonesia tersebut. Adapun jurnal ini pula bertujuan untuk mengetahui kesalahan diksi, kesalahan kalimat, dan kesalahan paragraf. Dan biasanya kesalahan yang sering terjadi dalam karangan ekposisi siswa itu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

1.     Pengusaan bahasa siswa kurang

2.     Kurangnya contoh dari guru

3.     Pengaruh bahasa asing

4.     Kurangnya latihan menulis

5.     Dan kurangnya waktu untuk menulis

Materi yang ada dalam jurnal ini disajikan dalam beberapa bab yang selalu didahului oleh penjelasan isi bab dan tujuan dari tulisan tersebut guna sebagai patokan untuk para pembaca untuk lebih mudah memahami materi yang telah disajikan.

Adapun cakupan materi secara umum yang disajikan dalam jurnal ini ialah sebagai berikut: Kesalahan Ejaan Paling Banyak dilakukan Siswa , Kurangnya Latihan Menjadi Penyebab yang Paling Dominan Adanya Kesalahan Berbahasa, Pendekatan Proses dalam Pembelajaran Menulis adalah Solusi yang Tepat untuk Mengurangi Kesalahan Berbahasa.

 

LAPORAN BAGIAN JURNAL

Jurnal yang ditulis oleh Nur Endah Ariningsih, Sumawati, Kundharu Saddhono ini yang berjudul Analisis kesalahan berbahasa indonesia dalam karangan eksposisi siswa sekolah menengah atas. yang disusun dengan komposisi materi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa di menengah atas sehingga dapat lebih memudahkan siswa untuk cepat tanggap dalam memahami materi tersebut.

BAB I : Kesalahan Ejaan Paling Banyak dilakukan Siswa

Bab I ini menyajikan tentang Kesalahan Ejaan yang paling banyak dilakukan Siswa. Penjelasan bab ini dimulai dengan pengertian ejaan kesalahan, kesalahan ejaan adalah kesalahan yang paling banyak ditemukan dalam karangan siswa daripada kesalahan diksi, kalimat, maupun paragraf.

Listyorini (2005); Praptiningsih (2007); dan Cahyaningrum (2010) menjelasakan bahwa kesalahan ejaan adalah kesalahan berbahasa yang paling dominan terjadi dalam wacana tulis jika dibandingkan dengan kesalahan berbahasa yang lain. Dalam jurnal tersebut juga menjelasakan adanya kesalahan ejaan dari pembelajaran tersebut yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan.

Meskipun dalam buku sudah ada petunjuk bagaimana menggunakan ejaan yang tepat mulai dari kaidah penulisan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca, siswa masih sering salah dalam menerapkannya. Padahal, adanya kesalahan ejaan juga dapat menjadikan kualitas tulisan itu kurang baik. Ini pula sejalan dengan pendapat Jauhari (2007) yang mengemukakan bahwa ejaan merupakan komponen bahasa ragam tulis yang sangat menentukan benar salahnya sebuah tulisan.

BAB II : Kurangnya Latihan Menjadi Penyebab yang Paling Dominan Adanya Kesalahan Berbahasa

Pada bab ini Listiyorini menjelaskan bahwa keterampilan menulis dan penguasaan bahasa dapat diperoleh melalui berbagai latihan dan praktik yang terus menerus. Akan tetapi, mayoritas siswa baik di SMA Negeri 1 Karanganyar maupun SMA Negeri Kebakkramat mengaku jarang berlatih menulis selain dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengharuskan mereka untuk mengarang. Oleh karena itu, wajar jika masih ditemukan banyak kesalahan berbahasa dalam karangan mereka yang meliputi semua komponen kebahasaan.

Pada bab ini Kurangnya latihan juga disebut menjadi akibat dari kemalasan seorang siswa. Rasa malas tersebut biasanya lebih disebabkan kurangnya motivasi dalam diri siswa. Yang mana siwa-siswa tersebut tidak tahu tujuan untuk apa mereka menulis.

Menurut Maslakhah (2005), siswa perlu diberikan motivasi agar tumbuhnya rasa semangat untuk membuat sebuah tulisan. Dengan adanya berbagai macam lomba penulisan dengan hadiah yang cukup menggiurkan merupakan sebagai daya dorong bagi mereka untuk segera mengangkat pena dan menghasilkan sebuah tulisan.

BAB III : Pendekatan Proses dalam Pembelajaran Menulis adalah Solusi yang Tepat untuk Mengurangi Kesalahan Berbahasa.

Pada bab ini mejelaskan bahwa pembelajaran dalam menulis di kedua SMA Negeri tersebut belum sepenuhnya diterapkan dengan pendekatan proses. Padahal, dalam mengarang siswa masih memiliki masalah yang sangat serius termasuk dalam hal penguasaan kaidah bahasanya. Maka dari itu tidak adanya kontrol yang kuat dalam proses menulis membuat kesalahan berbahasa indonesia tersebut terjadi secara berkelanjutan.

Kusmiatun (2005), menjelaskan bahwa dengan pendekatan proses seseorang tidak hanya sekadar mampu menuangkan gagasannya secara baik, logis, sistematis dalam sebuah tulisan, tetapi juga mampu mengolah daya keilmuan, perasaan, dan aspek moralnya ketika ia berproses menulis. Ketiga aspek kecerdasan itulah yang akan memberikan nilai lebih dalam kegiatan menulis bagi siswa.

Pada bab ini tidak lupa pula menjelaskan manfaat lain dari pendekatan ini adalah bahwa melalui pendekatan proses, secara tidak langsung kesalahan-kesalahan berbahasa yang ada dalam tulisan tersebut dapat dikurangi, bahkan hal ini bisa dilihat dari seluruh aktivitas proses yang telah dilakukan.

 

KESIMPULAN ISI JURNAL YANG DILAPORKAN

Isi jurnal yang dapat saya simpulkan ialah kebahasaan yang sering terjadi merupakan kesalahan berbahasa dalam karangan siswa yang dibedakan menjadi empat yaitu kesalahan aspek ejaan, diksi, kalimat, dan paragraf. Adapun kesalahan berbahasa yang sering terjadi dalam karangan eksposisi siswa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : penguasaan kaidah bahasa siswa yang kurang, kurangnya contoh, terpengaruh bahasa asing, siswa kurang berlatih, dan kurangnya waktu mengarang. Upaya untuk mengurangi kesalahan berbahasa dalam karangan eksposisi siswa antara lain yaitu : meningkatkan penguasaan kaidah bahasa siswa, memperbanyak latihan mengarang, menerapkan teknik koreksi yang tepat, dan melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses.

Dalam jurnal ini menjelaskan pula Untuk meminimalkan kesalahan berbahasa dalam sebuah karangan-karangan, hal-hal yang dapat dilakukan guru, siswa, maupun sekolah antara lain : (1) siswa hendaknya memperluas pengetahuan tentang kaidah bahasanya, aktifbertanya kepada guru jika mengalami kesulitan, dansering berlatih menulis; (2) guru hendaknya memberikan pengetahuan tentang kaidah bahasa kepada siswa di setiap proses pembelajaran menulis, menggunakan pendekatan proses dalam pembelajaran menulis, dan senantiasa memperluas kosa kata dan memberi contoh terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar baik secara lisan maupun tertulis; dan (3) pihak sekolah hendaknya berkenan melengkapi sumber pustaka terkait yang memadai seperti buku-buku seputar karang-mengarang, EYD, media massa, dan sebagainya. Selain itu,pihak sekolah dalam setiap menerbitkan pengumuman maupun surat-surat lain di sekolah sebaiknya juga tetap menerapkan dan memperhatikan penulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa pihak sekolah pun juga bertanggung jawab terhadap pembinaan bahasa Indonesia.

Minggu, 11 April 2021

Laporan bacaan ke-1

 Nama : Lasmini 11901264

Kelas : PAI 3D

M.K : Magang 1


Laporan Bacaan


Pendahuluan : jurnal yang saya laporkan adalah jurnal yang berjudul proses "Pengembangan Kurikulum" yang ditulis oleh Kamila Nabila Fajri. jurnal ini menjelaskan tentang suatu proses pengembangan kurikulum yang bertujuan  merumuskan suatu proses dinamika yang dapat menjawab tantangan terhadap tuntutan perubahan yang terjadi dalam suatu pembelajaran di lembaga serta sekolah dan bersifat umum dan bertujuan untuk menciptakan dengan proses mengembangkan kurikulum yang efektif.


Adapun Model pengembangan ini dapat dijadikan pedoman untuk menyusun proses pengembangan kurikulum. Yang mana dalam kurikulum tersebut terdapat proses pengembangan yang secara umum terdiri dari perencanaan, implementasi dan evaluasi.


Metode yang digunakan penulis ini  dalam membuat jurnal ini adalah metode library research yaitu dalam penulisan artikel penulis menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya.


(Isi jurnal)

seperti yang sudah saya baca isi dari jurnal pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu proses, maka dalam pelaksanaannya terdiri beberapa langkah yang harus dilakukan, dalam pengembangan kurikulum terdiri dari perencanaan, implementasi dan evaluasi.


 Dan yang saya baca jurnal ini juga berisi tentang proses pengembangan kurikulum, tahapan pengembangan kurikulum menurut para ahli serta faktor yang mempengaruhi proses pengembangan kurikulum .


 A. proses pengembangan kurikulum dalam penjelasan jurnal ini secara umum terdapat empat tahap pengembangan kurikulum dilihat dari tingkatnya yaitu:


1. Pengembangan kurikulum pada tingkat Nasional

2. pengembangan kurikulum pada tingkat mata pelajaran 

3. pengembangan kurikulum pada tingkat institusi 

4. pengembangan kurikulum pada tingkat pembelajaran di kelas


B. Faktor yang mempengaruhi proses pengembangan kurikulum dalam pengembangan kurikulum ada beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu:

1. Perguruan Tinggi 

2. masyarakat 

3. sistem penilaian