Senin, 25 November 2019

  • Nama: Lasmini/11901264
Kelas: PAI 1/D
Sebuah novel
BUMI LAWANG KUARI
Oleh:

Arpian Wahyudi

Bumi lawing kuari merupakan salah satu novel laris yang dibuat oleh Arpian Wahyudi. Berkisah tentang pengalaman seorang Arpian wahyudi dikampung halamannya serta pertemanan yang setia. Didalam novel ini tokoh utamnya diperankan oleh tokoh yang bernama aku.
Pada bab pertama pian,begitulah nama panggilannya. Ia menceritakan suatu kesederhanaan. Aku disebutnya dalam sebuah cerita “aku adalah anak kampung setiap hari bercengkrama dengan mentari pagi yang menyinari bumi, aku yang selalu berlomba-lomba dengan ayam untuk mencari rezeki dipagi hari. Yang mana dalam bab pertama ini pian menceritakan bagaimana ia hidup dengan sebuah kesederhanaan dengan bangun pagi-pagi berlombaan dengan ayam yang bangun pagi untuk mengais rezeki. Pian pun lalu menceritakan sepeda sejarah yang dipunyai oleh kakeknya, sebuah sepeda ontel tua yang digantung didalam rumah diruang teras sejak pian masih kecil. Disini pian menyadari kenapa sepeda kenapa sepeda ontel milik kakeknya digantungkan didinding rumahnya, sebab roda sepeda ontel bagian depannya hilang layaknya kacamata kakek yang hilang sebelah karena pecah (ujar pian dalam cerita).
Pada halaman ke-9 pian menceritakan objek batu bertulis yang ada didesa nanga mahap kecamatan sekadau hulu, dimana disitu ia bangun pagi untuk mencari rebung dan pakis yang akan ia jual diobjek wisata tersebut, saat jajaannya habis ia pun bermaksud untuk mencari uang tambahan dengan kembali berjualan lalu berkelilinglah ia dikebun orang setelah lama berkeliling ia pun menemukan seorang petani yang mau menitipkan buahnya untuk ia jual. Buah yang pian jual ini adalah buah khas desa nanga mahap yaitu buah mentawak dan pekawai. Setelah ada kesepakatan pian pun lansung menjajakan buahnya diobje wisata batu bertulis. Objek wisata ini tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal tetai wisatawan mancanegara pula dengan tujuan meneliti keberadaan prasasti ini. Batu bertulis ini menurut kakek pian adalah prasasti peninggalan hindu-budha , batu ini terkenal dengan nama prasasti batu pait.
Desa tanjung, desa tanjung ialah tanah kelahiran pian dimana ia menceritakan desa tanjung ini berkaitan dengan objek wisata batu tinggi yang ada dikabupaten sekadau. Batu tinggi ialah objek wisata batu yang terbentuk sendirinya oleh peristiwa alam saat kemarau tibu, batu yang terbentang sangat luas hingga membelah luas Kapuas ini selalu menjadi objek wisata yang sangat ramai dikunjungi saat musim kemarau tiba. Adapula batu tinngi menjadi lagu khas kebanggan sekadau yang mana lagunya ialah

BATU TINGIK
Pencipta: NN Sekadau

Batu tingik,batu tingik dalam sekadau
Nampak bila,Nampak bila aik kemarau
Aku tiduk, aku tiduk tengigau-ngigau
Padai ngonang-padai ngonang abo dirantau
Baju ijau, baju ijau betungkau anok
Kalau Nampak, kalau Nampak dari seborang 
ati risau,ati risau tetiduk-tiduk
Padai dirik, padai dirik dirantau orang
o…..o…..o O amak, pantau sidak nganuk aku ngapai piak
o…..o…..o O amak, pantau sidak nganuk aku ngapai piak
sangkarekot besabong manok jawa 
nemiak penakut minta bantu orang tua 

itulah lagu khas sekadau yang menjadi kebanggan orang sekadau .

Negri orang menanti
Tiga tahun enam bulan sudah perjalanan pian menuntut ilmu sekarang sudah mendapat gelar S1. Lalu pian pun melanjutkan S2 nya dijerman dengan memberanikan diri pian menyampaikan bahwa ia mendapat beasiswa S2 dijerman.
Setelah beberapa lama kemudian pian pun menyelesaikan pendidikan S2 nya dijerman dan kembali ke kampung halamannya dan bekerja dibidang pemerintahan menjadi kepala dinas kebudayaan dan pariwisata. Lalu ia pun mengangkat kembali cagar budaya dan pariwisata yang ada di Bumi Lawang Kuari. Mengenalkan kembali kesenian dan budayanya yang ada diBumi lawang kuari.

Novel “Bumi Lawang Kuari” karya Arpian Wahyudi merupakan novel yang diceritakan sesuai dengan kehidupan yang ia alami. Novel “Bumi Lawang Kuari” ini disajikan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca dan sangat sederhana. Meskipun terdapat beberapa kekurangan novel ini sangat layak untuk dibaca semua orang karena sangat memotivasi pembacanya karena semua kerja kerasnya untuk pendidikannya. Yang menjadi kekurangan dalam novel ini yaitu isi novel yang tidak dicantumkan gambar yang sehingga membuat novel ini kurang menarik dalam segi penampilan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar