Senin, 09 September 2019

This is my life

               This is my life

Assalamualaikum hai nama saya lasmini, tetapi saya biasanya di panggil kuneng hehe. Disini sama mau menceritakan bagaimana kehidupan dengan segala rintangan saya saat menjalani ini sampai hingga sekarang.
Tapi baca dulu ya kata kata dari saya,  "bagiku semua orang diciptakan untuk sukses hanya saja kita yang belum sampai pada titik kesuksesan itu"

  sekadau 28 september 2000, dimana anak perempuan dilahirkan yg bernama lasmini atau biasanya dipanggil kuneng . Dilahirkan oleh keluarga dengan ekonomi yang sangat rendah. Masa kecil ku aku tak tau karna aku bukan pengingat masa kecil hehe. Tapi kita mulai ya dengan perjalanan hidupku, bagiku dari aku sejak kecil tidak tau akan sebesar ini hee dan bagiku aku juga tidak pernah menyadari bahwa aku adalah seorang anak dari keluarga yg tidak mampu. Di awal masa Sekolah ku pada tahun 2006 yaitu sekolah dasar aku sangat bergembira dimana disana pertama kalinya aku mempunyai teman yg sangat banyak dikarenakan aku dulu nya tinggal di suatu hutan tanpa tetangga jadi aku ga tau bahagianya punya seorang teman. Sekitaran tahun 2007 baru aku dan keluarga ku pindah rumah diwilayah yg tidak jauh dari sekolahku karna sebelumnya rumah dengan sekolah ku itu sangat jauh sehingga setiap berangkat sekolah itu jam 5 pagi karna jarak nya yg begitu pagi dengan melalui hutan hutan. Setelah pindah keluarga ku tinggal dirumah nenek ku yg sudah tidak di huni rumah nya sangat reot tapi bagiku itu rumah sudah sangat bagus aku sangat bahagia saat pindah karna mempunyai teman yg banyak di sekitar lingkungan ku. Selama 6 tahun belajar di bangku sekolah dasar aku pun melanjutkan tsanawiyah yaitu di mts alrahmah 3 tahun aku belajar dengan prestasi yg sangat memusakan kedua orang tua dan abangku. Sebelum nya aku gak pernah merasakan membeli sepatu dan tas baru tapi karna sebuah prestasi ku aku ditantang oleh abangku jika aku bisa juara 1 terus maka aku akan dibelikan satu barang yaitu pilihannya sepatu atau tas wah betapa bahagianya aku saat itu. 3 tahun pun berlalu hingga aku sangat bangga dengan prestasi ku sendiri lalu aku melanjutkan pendidikan ku SMA yaitu di SMA ALRAHMAH SEKADAU kalimantan barat pada masa SMA pun aku juga tidak kalah dalam bersaing otak aku cukup berprestasi dalam segala mata pelajaran makanya aku sangat semangat dalam belajar karna aku merasa diriku bisa. Karna pikiran ku saat itu adalah aku ingin jadi guru aku melihat guru guru ku itu wah bangga sekali ya menjadi  seorang guru tapi ya aku waktu SMA aku sangat ingin jadi guru matematika dan guru agama . Dan pada akhirnya 3tahun itu berlalu aku lulus pada tahun 2018 selesai sekolah aku pun mulai bekerja di suatu toko kain disitu pikiran ku untuk menabung untuk kuliah saat ada pendaftaran aku bicara pada abang ku jika aku ingin kuliah dibolehkan olehnya. Tetapi orang tua berkata bapak sudah tidak mampu membiaya mu nak ini sudah di zaman dimana barang, transportasi, dan segala macam kebutuhan mahal kuliah bukanlah sekolah yg biasa kamu jajan 5ribu perhari jika ada rezeki tahun depan saja. Yaa mendengar itu aku pikir ya sudah pak ga apa apa tahun depan saja.
Satu tahun pun berlalu, tahun 2019 aku menagih janji bapakku untuk kuliah tapi yg mereka jawab hanya bapak benar benar sudah tidak mampu menguliahkan kamu nak. Disitu aku sangat down dimana  semangat ku untuk hidup sudah tak ada lagi yg di pikiran ku saat itu hanyalah untuk apa aku sekolah dari sd mts dan sma untuk apa aku berprestasi dengan menangis tanpa suara didalam kamar hingga pikiran ku sudah tak ada lagi hingga aku sudah berfikiran untuk bunuh diri disitu aku sudah mengambil gunting tajam yg ada di dalam kamar dan untuk menusuk nya ke perut dengan waktu berfikir lagi dengan tangisan tanpa berfikir kedepan. Tetapi saat itu aku mengingat nama ibuku lalu aku segera mengucap istigfar Astagfirullahalazim sebanyak banyak nya dan memberanikan menemui ibu, saya " mak aku mau kuliah aku merasa bodoh mak dengan piagam piagam prestasi ku sebanyak itu tanpa aku salurkan ilmu nya. Aku benar benar mau kuliah mak (sambil. Menangis). Lalu ibu ku menjawab"  mamak sangat tidak mampu untuk menguliahkan mu, kecuali bapak dan abangmu membantu berusaha menguliahkanmu jika mereka mau mamak sangat mau melihatmh mengejar cita cita mu " disitu aku menjawab sambil menangis" akan aku usahakan mak bilang sama bapak dan abang "
 Segera lah aku membicarakan itu semua lalu mereka pun luluh. Mereka hanya menjawab jika memang itu tekad mu jangan bermain main karna mamak dan bapak mencari uang sangat susah bahkan kamu juga tau bagaimana susahnya untuk makan.
Akhirnya aku daftar kuliah di institut agama islam negri Pontianak dan aku lolos dengan ukt 1 yaitu 400.000 betapa bahagianya aku dan ibuku memelukku lalu menangis ibuku berkata semoga memang ini jalanmu jadi serius lah dalam kuliah jangan kecewakan orang tua. Lalu pada tanggal 09-09-2019 aku pun masuk kuliah dengan membawa kepercayaan orang tua ku.
Begitu saja cerita ku.
Selamat membaca ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar